Kunjungan ke Stand Pusat Perbukuan
Peringatan Hardiknas kali ini mengambil tema “Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Tema tersebut disesuaikan dengan permasalahan saat ini dalam konteks peningkatan mutu pendidikan nasional untuk menyiapkan insan Indonesia yang cerdas, berbudaya, bermutu, dan berdaya saing dalam menghadapi ketatnya persaingan di kancah internasional.
Menteri Pendidikan Nasional dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Rektor menyatakan bahwa sains memiliki peran penting dalam penguasaan teknologi. Lebih lanjut disampaikan, “Kemampuan penguasaan teknologi tidak hanya dikembangkan melalui peningkatan keterampilan menggunakan teknologi, namun juga melalui pengembangan daya nalar dan kreasi di setiap jenjang pendidikan. Karena hal tersebut merupakan landasan yang kokoh untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam meraih masa depan bangsa yang lebih maju.”
Upaya peningkatan kemampuan anak bangsa di bidang sains telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal itu terbukti dengan semakin meningkatnya peserta didik yang meraih medali di berbagai olimpiade sains di tingkat nasional dan internasional. Meskipun banyak kemajuan yang telah diraih, ke depan masih perlu meningkatkan pembangunan nasional sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman.
Dalam kurun waktu 2005-2008, pendanaan pendidikan melalui program BOS, BOS buku, bantuan khusus murid, bantuan operasional manajemen mutu, dan beasiswa menunjukkan hasil dan manfaat yang signifikan. Program BOS telah membebaskan 70,3% siswa SD/MI dan SMP/MTs dari pungutan biaya operasional. Di samping itu, target penuntasan program Wajar 9 tahun pada 2008 telah tercapai. Sementara itu, mulai Januari 2009 biaya satuan BOS, termasuk BOS buku untuk tiap siswa per tahun naik. SD di kota mendapatkan Rp400.000,00 dan di kabupaten Rp397.000,00, sedangkan SMP di kota Rp575.000,00 dan di kabupaten Rp570.000,00. Hal tersebut merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memenuhi amanat UUD 1945 terkait dengan kenaikan 20% anggaran pendidikan.
Dalam pengembangan infrastruktur TIK untuk e-pembelajaran dan e-administrasi telah tersambung melalui jejaring pendidikan nasional, meliputi zona sekolah (>15 ribu), zona perguruan tinggi (83 PTN dan 177 PTS), dan 37 unit pelayanan pendidikan jarak jauh Universitas Terbuka (UT) yang melayani lebih dari 60% populasi mahasiswa.
Pada bidang pengembangan sarana-prasarana pendidikan juga terus ditingkatkan, mulai dari level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan pendidikan tinggi. Sampai saat ini telah dibangun unit sekolah baru sebanyak 6.158 unit, 15 politeknik, 55.947 ruang kelas baru, 310.596m2 perguruan tinggi, 14.074 unit perpustakaan, 11.591 unit laboratorium, juga rehabilitasi ruang kelas SD/MI sebanyak 284.976, SMP/MTs 29.894 ruang, dan SMA/SMK/SLB 4.598 ruang. Di bidang perbukuan, Buku Teks Pelajaran yang Hak Ciptanya sudah dibeli oleh Perintah, melalui Pusat Perbukkuan Depdiknas sudah mencapai 598 Judul, meliputi jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.
Berkaitan dengan otonomisasi satuan pendidikan, pemerintah pusat memberikan otonomi pada pemda untuk mengurus pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah secara demokratis. Disampaikan Mendiknas, ”Pada tingkat sekolah atau madrasah, otonomi satuan pendidikan diberikan melalui manajemen berbasis sekolah, termasuk BOS & KTSP. Sementara untuk jenjang pendidikan tinggi, otonomi diberikan melalui badan hukum pendidikan.





